Mengambil Ibroh dari 2 Hewan


Belajar dari semut  dan lebah


Siapa yang tak kenal dua hewan ini, dari namanya saja kita sudah merasa tidak asing lagi mendengarnya, timbul pertanyaan besar pada benak kita ?apakah benar kata orang bahwa hewan ini bisa memberi pembelajaran terbesar untuk kita semua ? ayo kita lihat!!!!

Banyak hikmah yang kita ambil dari hewan  ciptaan Allah, salah satunya dua hewan ini yang Allah himpunkan dalan nama surah dalam Alqur’an yaitu semut (Annaml) dan lebah,(Annahl). Semut dan lebah merupakan hewan kecil yang sangat berpengaruh pada kehidupan manusia, baiklah hikmah dari dua binatang ini akan penulis paparkan

  1. Semut

Semut merupakan binatang kecil yang sangat menjunjung tinggi kerjasama tim, ketika seekor semut bertemu dengan sebuah makanan maka ia dengan cepat memberitahu teman yang lain untuk mengangkat makanan tersebut dan semut sangat patuh pada pemimpin nya, ketika pemimpin bilang A maka prajurit akan patuh dengan apa yang disuruh pemimpinnya

Semut juga sangat bagus dalam manajemen organisasinya, mereka juga punya perencanan yaitu punya target yang jelas, ketika raja semut ingin mendapatkan makanan maka apa yang diniatkannya pasti berhasil.

Untuk memperoleh makanan maka semut juga punya  tim khusus yang siap diterjunkan kapan pun dan di manapun, tugasnya yaitu mencari sisa –sisa makanan yang ada, jika ketemu maka ia akan memberitahu kepada teman-teman yang lain, istilahnya  dalam kemiliteran disebut intel.

Tingkat kedisiplinan semut sangat tinggi, tanpa disiplin maka suatu perencanaan tidak akan sukses. Ini yang sangat penting, sikap disiplin pada semut dapat kita lihat dari proses mengangkat makanan, tak ada satu pun dari semut yang lari dari tugas berat ini, mereka tetap bersama-sama dan sangat disiplin sekali

Kerja keras merupakan ciri khas dari semut, makanan yang besar bisa diangkat walaupun tak sesuai dengan ukuran semut itu sendiri, dan tak  ada kata putus asa dalam diri semut itu, semut punya sifat pantang menyerah walaupun dilihat secara kasat mata beban itu berat.

Pribadi yang di bangun semut sangat baik untuk dicontoh oleh kita sebgai manusia, pribadi-pribadi yang kuat dan tidak mengenal lemah, dan sabarlah yang selalu di kedepankan, sejalan dengan itu Allah mengaskan dalam Alqur’an

Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.(Q.SAl-Imran 146)
2.Lebah

Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan

kenikmatan kepada manusia. Ada antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Quranul Karim. Madu berasal dari bermacam-macam sari (lihat ayat persamaan 69). Sedang Al Quran mengandung inti sari dari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat

Hewan yang satu ini banyak sekali manfaatnya untuk makhluk hidup. Kita harus berterimakasih dengan lebah karena lebah sangat menghasilkan maslahat luar biasa bagi seluruh alam. Dalam Alqur,an Allah SWT Berfirman

Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia”,

kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. (Annahl 68-69)

Surah ini jelas sekali bahwa pada lebah itu bisa menghasilkan madu yang mana dari madu itu bisa menymbuhkan berbgai penaykit pada manusia

Hewan  lebah  merupakan contoh yang baik untuk kita ambil pelajaran yaitu bagaimana kita bisa bermanfaat untuk orang lain

Sayyid Qutb mengatakan”orang yang hidup bagi dirinya sendiri akan hidup sebagai orang kerdil dan mati sebagai orang kerdil.tetapi orang yang hidup bagi orang lain akan hidup sebagai orang besar dan mati sebagai orang besar.

.Dari makanan yang diambil jadi kita sebagai makhuk Allah yang sangat mulia harus mencontoh lebah, yaitu makan dari makanan yang baik dan halal, karena dalam AlQur’an Allah menegaskan”

Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.(Q.S Al-Baqarah 168)

Dengan makan makanan yang halal lagi baik maka hati  kita akan senatiasa terjaga dengan hal-hal yang buruk. Dan insyaAllah pekerjaan yang kita lakukan juga akan baik.

Pada diri lebah juga sangat tinggi sifat disiplin nya, jundi –jundi sangat patuh pada qiyadahnya, wasami’na dan waato’na ( kami dengar dan kami taat) inilah kata-kata  yang dipegang oleh para lebah.mereka sangat menghargai pemipinnya, dan memang ini yang diajarkan dalam islam, kita harus taat pada pemmipin-pempinpin kita, Allah berfirman

Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka[1045] ialah ucapan. “Kami mendengar, dan kami patuh.” Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. (Q.S Annur 51)

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (Anisa 59)

Fenomena ini beda dengan kita sebagai manusia, kadang kita sering membantah pemimpin-peminmpin kita, maka yang timbul adalah perselisihan yang membuat kita tidak bisa menghasilkan hal-hal yang lebih besar.tidak patuhnya rakyat pada pemimpin merupakan ciri dari kehancuran umat, kalau kita balik kebelakang bagaimana kepemipian Rasulullah, Umar bin Khattab dan Umar bin Abdul Azis maka sangatlah jauh dari kepemipinan-kepemimpinan yang ada sekarang. Sekarang rakyat tidak patuh  lagi pada pemimpin dan pemimpin pun tidak sedikit yang bengis terhadap rakyatnya. Kalau kita mau maju maka contohnya para sahabat-sahabat Rasullulah yang selalu patuh dengan perintah dan hormat kepada Rasulullah.

Hikmah yang selanjutnya yang ada pada lebah adalah sikap tolong menolong , selaras apa yang Allah maktubkan dalam Alqur’an yaitu :

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. (Almaidah ayat 2)

Lebah saja menjunjung tolong menolong, ini dapat kita lihat dari saling menjaga dan  dari kejahilan musuh-musuhnya,maka mereka akan bergantian dalm mempertahankan madu –madu nya.

Kemudian pada diri lebah juga sangat kuat ikatan perasudaraanya, dan sangat sayang terhadap sesamanya, dari persaudaraan yang kuat iniah maka timbul tekad yang kuat untuk bekerjasama dan membanggun hal yang lebih besar, memang ini juga Allah perintahkan dalam suarah Alhujurat yang artinya

Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat ( Al- Hujurat 10)

Dan kekompakan timlah yang bisa membuat mereka menghasilkan manfaat yang besar buat manusia dan tidak kata berpecah belah, sesuai Firman Allah SWT
Al-Imran 103. Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.(Q.S Al-Imran 103.)

Dan  yang tak kalah pentingnya pada diri lebah adalah membiasakan hal-hal yag indah dan rapi, dari susuanan prajurit –prajurit yang menjaga madu-madunya maka akan terlihat susunan yang indah dan memukau manusia yang melihatntya, jadi kita sebagai hamba Allah yang berakal haruslah lebih rapi dan indah dari binaang ini, dan memang islam menganjurkan untuk kita hidup indah. Allah berfirman dalam sura As Ssshaf ayat 4

”Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh”.

Nah dari penjelasan diatas maka sebaiknya kita harus bannyak berfikir dan merenung apakah kita sudah sebaik semut atau lebah dan apakah kita masih belum memberikan manfaat untuk orang lain, maka jadilah kita makhluk yang bisa bermanfaat untuk orang lain. Aristoteteles berujar”Manusia ideal adalah gembira dengan pekerjaan yang ia lakukan demi kepentingan orang lain dan sangat malu jika orang lain melakukan pekerjaan yang menjadi tugasnya.sebab memberi belas kasihan pada orang lain sebuah tanda ketinggian nilai, sedang menerima belas kasihan orang lain petunjuk tentang kegagalan”.wasslam

By ; Suandi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: