HIKMAH SHOLAT DHUHA

ASSLMUALAIKUM, SAUDARAKU, BAGI MAHASISWA PGSD FKIP UNTAN KHUSUSNYA DAN  SELURUH MAHASISWA  GUNAKAN LAH WAKTU LAUNG MU UNTUK MELAKSANAKAN SUATU AMALAN YANG AMAT RINGAN DAN TIDAK MEMBUAT KITE BUANG WAKTU LAMA-LAMA PASTI ANDA KETAGIHAN KALAW UDAH MENCOBA AYU BELOMBA-LOMBA DALAM KEBAIKAN  (FASTABIQUL KHOIROT)!!!!!

APAKAH AMALAN nya COBA SIMAK TULISAN BERIKUT :

SHALAT DHUHA Shalat Dhuha adalah shalat sunat yang dikerjakan pada waktu matahari sedang naik setinggi kurang lebih 7 hasta sampai tergelincirnya (kira-kira antara jam 07 sampai jam 11). Shalat ini dilakukan Rasulullah SAW minimal dua rakaat, dan maksimal dua belas raka’at dengan salam setiap dua rakaatnya. Abu Hurairah r.a berkata: “kekasihku Rasulullah SAW berpesan kepada saya supaya berpuasa tiga hari tiap-tiap bulan (puasa ayyaaamul biidh tgl 13, 14 dan 15 di bulan-bulan Hijriyah), dan Shalat Dhuha dua raka’at dan Shalat witir sebelum tidur” (HR. Bukhari dan Muslim). Aisyah r.a berkata:” Rasulullah SAW biasa melaksaNakan Shalat Dhuha empat raka’at, dan kadang-kadang melebihi dari itu sekehendak Allah.” (HR. Ahmad, Muslim dan Ibnu Majalah). Dalam riwaYat lain: “Bahwa Nabi SAW mengerjakan Shalat Dhuha sebanyak delapan raka’at dan tiap-tiap dua raKa’at bersalam.” (HR. Abu Daud) dari Anas r.a ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang Shalat Dhuha dua belas raka’at, niscaya Allah akan dirikan gedung baginya di surga.” (HR. Turmudzi) Adapun di antara fadhilah (keutamaan) Shalat Dhuha adalah sebagai penganti shadaqah, diampuni dosa-dosa orang yang menjalankan dan diluaskan rizkinya. Rasulullah bersabda : “Siapa saja yang dapat mengerjakan Shalat Dhuha dengan langgeng akan diampuni diampuni dosanya oleh Allah, sekali dosa itu sebanyak busa lautan.” (HR. Turmudzi) Dalam hadist Qusdi, Nuwas bin Sam’an ra menuturkan bahwa Nabi SAW bersabda: “Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: Wahai Anak Adam, jangai sekali-kali engkau malas mengerjakan empat raka’at pada waktu permulaan siang (yakni Shalat Dhuha), nanti pasti kucukupkan kebutuhanmu pada sore harinya.” (HR. Hakim dan Thabrani) Dari Abu Dzar ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda : “hendaklah masing-masing kamu tiap-tiap pagi bershadaqah untuk persendian badannya. maka itap kali bacaan tasbih bacaan tasbih (subhanallah) itu shadaqah, tiap tahmid (alhamdulillah) itu shadaqah, setiap tahlil (laa ilaaha Illallah) itu shadaqah, menyuruh kebaikan dan melarang kejahatan itu shadaqah, dan sebagai ganti itu semua, cukuplah mengerjakan shalat dhuha dua rakaat.” (HR. Ahmad, Muslim dan Abu Daud) # Cara Melaksanakan Shalat Dhuha : Shalat Dhuha minimal dua rakaat dan maksimal duabelas rakaat, dilakukan secara Munfarid ( tidak berjamaah ), caranya sebagai berikut: * > Niat didalam hati berbarengan dengan Takbiratul Ihram * > “Aku niat shalat sunah Dhuha 2 rakaat karena Allah” * > Membaca doa Iftitah * > Membaca surat al Fatihah * > Membaca satu surat didalam Al-Quran. Afdholnya rakaat pertama surat Asy-Syams dan rakaat kedua surat Al-Lail * > Ruku’ dan membaca tasbih tiga kali * > I’tidal dan membaca bacaanya * > Sujud pertama dan membaca tasbih tiga kali * > Duduk diantara dua sujud dan membaca bacaannya * > Sujud kedua dan membaca tasbih tiga kali * > Setelah rakaat pertama selesai, lakukan rakaat kedua sebagaimana cara diatas, kemudian Tasyahhud akhir setelah selesai maka membaca salam dua kali. * Rakaat-rakaat selanjutnya dilakukan sama seperti contoh diatas. Do’a Shalat Dhuha : Yaa Allah, bila rejekiku ada dilangit turunkanlah, Bila ada didalam bumi keluarkanlah, Bila ada didalam lautan munculkanlah, Bila jauh dekatkanlah, Bila sukar mudahkanlah, Bila sedikit perbanyaklah, Bila haram sucikanlah….

http://ssoehardi.blogspot.com/2009/02/hikmah-sholat-dhuha.html

AYO JANGAN LEWATKAN SEMUA SISA UMUR KITA, KECUALI UNTUK MENGGGAPAI RIDO ILAHI

TETAP SEMANGAT ALLOHUAKBAR…………..

YA ALLAH BERIKAN KAMI KEISTIQOMAN UNTUK SELALU MENJALNKAN SHOLAT DHUHA

BY : SUANDI MURSALIN MUHAMMAD

Iklan

Bentar lagi pemilihan kepengurusan baru belum ada calon nh!!!!!!

milad formasi di undur 31 oktober dan takliq akbar tanggal 1 nopember dengan pemateri ust emilyadi S.Ag

Pendidikan Anak dalam Perspektif Islam

PENDIDIKAN ANAK DALAM ISLAM

Hadirin rahimakumullah,

Dalam bulan-bulan Juni dan Juli seperti sekarang ini, orang-orang tua yang memiliki anak usia sekolah  di negeri kita ini biasanya dihadapkan pada persoalan memilih sekolah bagi anak-anaknya. Masalahnya bukan hanya menyangkut persoalan biaya sekolah yang semakin hari semakin mahal, tetapi juga berkaitan dengan kriteria sekolah yang diharapkan dapat memberikan pendidikan yang terbaik bagi masa depan anaknya. Berkaitan dengan hal tersebut, pada kesempatan MTQ  ini, khususnya pada cabang Syarhil Qur’an, kami ingin menyampaikan pemikiran kami dalam sebuah tema: Pendidikan Anak dalam Islam. Sebagai landasan pembahasan ini, marilah kita simak firman Allah SWT dalam surah At-Tahrim ayat 6 yang akan dilantunkan oleh rekan kami berikut ini.

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”

Hadirin rahimakumullah,

Dalam menafsirkan ayat ini, Quraish Shihab dalam tafsirnya Al Missbah menyimpulkan bahwa dakwah dan pendidikan dimulai dari rumah tangga. Secara tradisional atau hukum asalnya perintah ini ditujukan kepada kaun pria sebagai kepala keluarga. Akan tetapi sesuai dengan perkembangan peran-peran orang tua maka perintah ini juga berlaku untuk kaum perempuan (Ibu).

Hadirin rahimakumullah

Pandangan Islam yang menempatkan keluarga sebagai pilar utama pendidikan anak sangat realistis karena anak lahir, tumbuh dan berkembang di tengah-tengah keluarga. Oleh sebab itu, peletakan dasar-dasar keimanan, pembiasaan melaksanakan ibadah serta pendidikan akhlaq, termasuk juga penyemaian dasar-dasar keilmuan  sewajarnya dilakukan di keluarga. Wajarlah kalau ada yang menyebutkan bahwa keluarga adalah lembaga pendidikan pertama dan utama. Dengan demikian, lembaga pendidikan formal atau sekolah maupun pendidikan nonformal seperti kursus-kursus pada hakikatnya hanyalah membantu sebagian tugas-tugas orang tua. Namun, tanggung jawab utama tetap berada pada keluarga. Mengingat hal itu,  maka keluarga atau orang tua juga dihadapkan pada keharusan memilih sekolah yang tepat buat anak-anaknya.  Pada era yang yang ditandai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi seperti sekarang ini , banyak orang tua yang menempatkan keunggulan akademik sebuah sekolah sebagai syarat utama dalam memilih sekolah buat anak-anaknya.  Pertimbangan itu memang tidak sepenuhnya salah,. Namun, bila hal itu dijadikan satu-satunya kriteria tentu  tidak sejalan dengan upaya untuk mendidik anak menjadi manusia yang kaffah dalam beragama.

Hadirin, rahimakumullah

Terkait dengan peranan sekolah sebagai lembaga pendidikan yang memberikan andil yang cukup besar dalam perkembangan anak maka sekurang-kurangnya  ada beberapa kriteria yang dijadikan dasar bagi orang tua dalam memilih sekolah untuk anaknya. Pertama, apakah jam pelajaran agama cukup memadai dalam kurikulum sekolah. Kedua, apakah lingkungan  pergaulan di sekolah cukup kondusif bagi pengamalan nilai-nilai keislaman. Ketiga, apakah ada program kegiatan ektrakurikuler sekolah yang menunjang pendalaman dan pengamalan ajaran Islam. Kriteria tersebut penting untuk diperhatikan karena disadari dalam era sekarang ini banyak orang tua yang tidak punya kesempatan dan kemampuan untuk memberikan pendidikan agama secara memadai kepada anaknya, Di samping itu, orang tua juga tidak dapat setiap saat mengontrol anaknya baik ketika berada di sekolah maupun pergaulannya di luar sekolah. Apabila kriteria yang kamiu sebutkan tadi tidak diperhatikan maka orang tua termasuk tidak khawatir dengan peringatan Rasulullah SAW dalam salah satu sabdanya:

Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci), orang tuanyalah yang menjadikan dia Yahudi, Nasrani, dan Majusi.

Orang tua pasti tidak mungkin menjadikan anaknya Yahudi, Nasrani, atau Majusi, tetapi bila salah memilih sekolah sebagai lingkungan pendidikan anaknya, bukan mustahil anaknya akan berubah menjadi Yahudi, Nasrani atau Majusi baik secara langsung atau setidak-tidaknya menampilkan sikap –sikap seperti orang Yahudi, Nasrani, dab Majusi.

Hadirin rahimakumullah,

Masalah pendidikan anak sangat sentral dalam keluarga, karena bila salah mendidik atau salah asuh maka orang tualah yang pad akhirnya akan menanggung resikonya. Hal ini telah diingatkan Allah SWT melalui  firmannya dalam surah At- Tagabun, ayat 14-15 berikut ini.

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu): di sisi Allah-lah pahala yang besar.

Berdasarkan asbaabun nuzul turunnya ayat ini, Quraish Shihab menyimpulkan bahwa ayat ini mengingatkan orang-orang beriman bahwa sesungguhnya di antara istri atau suami, walaupun mereka menampakkan kecintaan yang luar biasa, juga anak-anak kamu, walaupun mereka menunjukkan kasih sayang dan kebutuhan yang besar kepada kamu, bisa menjadi musuh bila mereka dapat memalingkan kamu dari tuntunan agama atau bila mereka menuntut sesuatu yang yang berada di luar kemampuan kamu sehingga akahirnya kamu melakukan pelanggaran ajaran agama.

Hadirin rahimakumullah,

Penjelasan Quraih Shihab menyangkut kandungan ayat-ayat tadi, realitasnya sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Pelaku korupsi tidak jarang melakukan tindakan terlarang itu karena terdorong untuk mengikuti keinginan istri atau anak yang telanjur berpola hidup mewah, berpoya-poya dan bergaya hedonis. Akhir-akhir ini pun sering diberitakan anak-anak menganiaya  orang tuanya bahkan membunuh orang tuanya hanya karena keinginannya tidak dipenuhi. Sungguh suatu keadaan yang mengerikan, nau’zubillahi minzalik, tsummanauzubillahi minzalik.

Hadirin, rahimakumullah

Dalam ayat 15 surah At-Tagabun yang telah kita dengar tadi, Allah SWT juga telah menegaskan bahwa harta dan anak-anak hanyalah cobaan. Setiap orang tua yang diberikan anugrah anak oleh Allah SWT pada dasarnya sedang dicoba oleh Allah SWT untuk dilihat kemampuannya mempertanggungjawabkan amanah yang diberikan Allah. Pertanggungjawaban itu dalam kehidupan di dunia ini diwujudkan dalam bentuk pemberian pendidikan yang baik bagi anak sejak di lingkungan keluarga, berlanjut di lingkungan sekolah, termasuk juga dalam bentuk pengawasan pergaulan anak di masyarakat. Apabila hal ini dapat ditunaikan dengan baik maka insya Allah orang tua akan mendapatkan anak yang shaleh sebagai asetnya dunia dan akhirat. Karena berdasarkan hadis Rasulullah SAW, anak yang shaleh inilah yang dijamin dapat menolong orang tua setelah yang bersangkutan meninggalkan dunia yang fana ini.

Hadirin rahimakumullah

Dari uraian yang telah kami sampaikan dapatlah ditarik kesimpulan sebagai berikut. Pertama, dalam ajaran Islam pendidkan pertama dan utama berada pada di lingkungan keluarga. Kedua, tanggung jawab orang tua dalam pendidikan anak juga dimanifestasikan dengan memilih sekolah yang tepat bagi nak-anaknya. Ketiga, apabila orang tua salah mendidik anak maka tidak mustahil  anak akan berkembang menjadi tidak baik dan akan merongrong kehidupan orang tua dan keluarga Ketiga. Korang tua bertanggung jawab dunia akhirat dalam pendidikan anak.

By : Tim Syahril Qur,an MTQ XI Aceh 2009

Mengambil Ibroh dari 2 Hewan


Belajar dari semut  dan lebah


Siapa yang tak kenal dua hewan ini, dari namanya saja kita sudah merasa tidak asing lagi mendengarnya, timbul pertanyaan besar pada benak kita ?apakah benar kata orang bahwa hewan ini bisa memberi pembelajaran terbesar untuk kita semua ? ayo kita lihat!!!!

Banyak hikmah yang kita ambil dari hewan  ciptaan Allah, salah satunya dua hewan ini yang Allah himpunkan dalan nama surah dalam Alqur’an yaitu semut (Annaml) dan lebah,(Annahl). Semut dan lebah merupakan hewan kecil yang sangat berpengaruh pada kehidupan manusia, baiklah hikmah dari dua binatang ini akan penulis paparkan

  1. Semut

Semut merupakan binatang kecil yang sangat menjunjung tinggi kerjasama tim, ketika seekor semut bertemu dengan sebuah makanan maka ia dengan cepat memberitahu teman yang lain untuk mengangkat makanan tersebut dan semut sangat patuh pada pemimpin nya, ketika pemimpin bilang A maka prajurit akan patuh dengan apa yang disuruh pemimpinnya

Semut juga sangat bagus dalam manajemen organisasinya, mereka juga punya perencanan yaitu punya target yang jelas, ketika raja semut ingin mendapatkan makanan maka apa yang diniatkannya pasti berhasil.

Untuk memperoleh makanan maka semut juga punya  tim khusus yang siap diterjunkan kapan pun dan di manapun, tugasnya yaitu mencari sisa –sisa makanan yang ada, jika ketemu maka ia akan memberitahu kepada teman-teman yang lain, istilahnya  dalam kemiliteran disebut intel.

Tingkat kedisiplinan semut sangat tinggi, tanpa disiplin maka suatu perencanaan tidak akan sukses. Ini yang sangat penting, sikap disiplin pada semut dapat kita lihat dari proses mengangkat makanan, tak ada satu pun dari semut yang lari dari tugas berat ini, mereka tetap bersama-sama dan sangat disiplin sekali

Kerja keras merupakan ciri khas dari semut, makanan yang besar bisa diangkat walaupun tak sesuai dengan ukuran semut itu sendiri, dan tak  ada kata putus asa dalam diri semut itu, semut punya sifat pantang menyerah walaupun dilihat secara kasat mata beban itu berat.

Pribadi yang di bangun semut sangat baik untuk dicontoh oleh kita sebgai manusia, pribadi-pribadi yang kuat dan tidak mengenal lemah, dan sabarlah yang selalu di kedepankan, sejalan dengan itu Allah mengaskan dalam Alqur’an

Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.(Q.SAl-Imran 146)
2.Lebah

Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan

kenikmatan kepada manusia. Ada antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Quranul Karim. Madu berasal dari bermacam-macam sari (lihat ayat persamaan 69). Sedang Al Quran mengandung inti sari dari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat

Hewan yang satu ini banyak sekali manfaatnya untuk makhluk hidup. Kita harus berterimakasih dengan lebah karena lebah sangat menghasilkan maslahat luar biasa bagi seluruh alam. Dalam Alqur,an Allah SWT Berfirman

Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia”,

kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. (Annahl 68-69)

Surah ini jelas sekali bahwa pada lebah itu bisa menghasilkan madu yang mana dari madu itu bisa menymbuhkan berbgai penaykit pada manusia

Hewan  lebah  merupakan contoh yang baik untuk kita ambil pelajaran yaitu bagaimana kita bisa bermanfaat untuk orang lain

Sayyid Qutb mengatakan”orang yang hidup bagi dirinya sendiri akan hidup sebagai orang kerdil dan mati sebagai orang kerdil.tetapi orang yang hidup bagi orang lain akan hidup sebagai orang besar dan mati sebagai orang besar.

.Dari makanan yang diambil jadi kita sebagai makhuk Allah yang sangat mulia harus mencontoh lebah, yaitu makan dari makanan yang baik dan halal, karena dalam AlQur’an Allah menegaskan”

Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.(Q.S Al-Baqarah 168)

Dengan makan makanan yang halal lagi baik maka hati  kita akan senatiasa terjaga dengan hal-hal yang buruk. Dan insyaAllah pekerjaan yang kita lakukan juga akan baik.

Pada diri lebah juga sangat tinggi sifat disiplin nya, jundi –jundi sangat patuh pada qiyadahnya, wasami’na dan waato’na ( kami dengar dan kami taat) inilah kata-kata  yang dipegang oleh para lebah.mereka sangat menghargai pemipinnya, dan memang ini yang diajarkan dalam islam, kita harus taat pada pemmipin-pempinpin kita, Allah berfirman

Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka[1045] ialah ucapan. “Kami mendengar, dan kami patuh.” Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. (Q.S Annur 51)

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (Anisa 59)

Fenomena ini beda dengan kita sebagai manusia, kadang kita sering membantah pemimpin-peminmpin kita, maka yang timbul adalah perselisihan yang membuat kita tidak bisa menghasilkan hal-hal yang lebih besar.tidak patuhnya rakyat pada pemimpin merupakan ciri dari kehancuran umat, kalau kita balik kebelakang bagaimana kepemipian Rasulullah, Umar bin Khattab dan Umar bin Abdul Azis maka sangatlah jauh dari kepemipinan-kepemimpinan yang ada sekarang. Sekarang rakyat tidak patuh  lagi pada pemimpin dan pemimpin pun tidak sedikit yang bengis terhadap rakyatnya. Kalau kita mau maju maka contohnya para sahabat-sahabat Rasullulah yang selalu patuh dengan perintah dan hormat kepada Rasulullah.

Hikmah yang selanjutnya yang ada pada lebah adalah sikap tolong menolong , selaras apa yang Allah maktubkan dalam Alqur’an yaitu :

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. (Almaidah ayat 2)

Lebah saja menjunjung tolong menolong, ini dapat kita lihat dari saling menjaga dan  dari kejahilan musuh-musuhnya,maka mereka akan bergantian dalm mempertahankan madu –madu nya.

Kemudian pada diri lebah juga sangat kuat ikatan perasudaraanya, dan sangat sayang terhadap sesamanya, dari persaudaraan yang kuat iniah maka timbul tekad yang kuat untuk bekerjasama dan membanggun hal yang lebih besar, memang ini juga Allah perintahkan dalam suarah Alhujurat yang artinya

Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat ( Al- Hujurat 10)

Dan kekompakan timlah yang bisa membuat mereka menghasilkan manfaat yang besar buat manusia dan tidak kata berpecah belah, sesuai Firman Allah SWT
Al-Imran 103. Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.(Q.S Al-Imran 103.)

Dan  yang tak kalah pentingnya pada diri lebah adalah membiasakan hal-hal yag indah dan rapi, dari susuanan prajurit –prajurit yang menjaga madu-madunya maka akan terlihat susunan yang indah dan memukau manusia yang melihatntya, jadi kita sebagai hamba Allah yang berakal haruslah lebih rapi dan indah dari binaang ini, dan memang islam menganjurkan untuk kita hidup indah. Allah berfirman dalam sura As Ssshaf ayat 4

”Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh”.

Nah dari penjelasan diatas maka sebaiknya kita harus bannyak berfikir dan merenung apakah kita sudah sebaik semut atau lebah dan apakah kita masih belum memberikan manfaat untuk orang lain, maka jadilah kita makhluk yang bisa bermanfaat untuk orang lain. Aristoteteles berujar”Manusia ideal adalah gembira dengan pekerjaan yang ia lakukan demi kepentingan orang lain dan sangat malu jika orang lain melakukan pekerjaan yang menjadi tugasnya.sebab memberi belas kasihan pada orang lain sebuah tanda ketinggian nilai, sedang menerima belas kasihan orang lain petunjuk tentang kegagalan”.wasslam

By ; Suandi

Mengapa Memilih PGSD

MENGAPA PENDIDIKAN GURU SD PALING DIMINATI
Oleh
Darmawan
(staf adm. jurusan Ilmu pendidikan FKIP Unila)
Pagi itu mentari sudah bersinar, akupun keluar rumah untuk mencari surat kabar, walaupun hari itu libur tapi rasanya kurang sreg kalau belum membaca berita di koran. Dilangganan saya biasanya saya mendapatkan surat kabar, akan tetapi pagi itu saya buru-buru karena ingin melihat penguruman SNMTPN, sayapun mampir dan bertanya ”mang masih ada koran” tanya saya, Si penjualpun kesana kemari dan iapun balik bertanya kepada isterinya dibelakang ”bu koran masih ada gak, ada yang mau beli” dari kejauhan isterinyapun bilang ”abis mas’. Mendengar ucapan tersebut dalam hatipun aku menjawab ”ya uda kalau gitu”. Akhirnya akunpun mencari ketempat yang lain, dan kebetulan ditempat penjualan tersebut masih ada sisa 2 lagi yang belum laku, akupun mengambil satu dan langsung kubawa pulang.
Koran tersebut aku bolak balik karena aku mencari berita yang paling top/hangat hari ini, dan hampir semua halaman terisi pengumuman hasil test SNMPTN, dan juga ada beberapa PTS yang menawarkan menerima mahasiswa baru. Setelah kuamati dan teliti diantara berita yang paling hangat hari itu adalah tentang hasil test pengumuman SNMPTN, dan diantara berita tersebut terdapat peminat dan beberapa program studi yang ditawarkan di Perguruan Tinggi Unila, ternyata diantara peminat yang paling banyak melamar yaitu program studi S1 PGSD FKIP, dan di susul jurusan bahasa inggris sebagai peringkat kedua, peringkat ketiga yang juga banyak peminatnya adalah fakultas kedokteran.
Dari hasil penelusuran penulis, memang beberapa tahun terakhir ini program S1 PGSD FKIP Unila selalu paling banyak digemari, tentunya hal ini bukanlah peserta SNMPTN asal pilih program studi, dan pasti dibenak hati mereka lulusan PGSD kelak tentu cepat mendapat pekerjaan, bila dibandingkan dengan program studi yang lain. Memang kalu kita perhatikan setiap ada penerimaan PNS tentu formasi gurulah yang banyak peluangnya, hal ini dapat kita lihat tenaga pendidik mendapatkan perioritas yang cukup banyak bila dibandingkan dengan formasi lain, selain itu tenaga guru tersebut banyak dibutuhkan mengingat di daerah-daerah terpencil masih banyak kekurangan guru, dan bahkan penulis pernah baca dikoran, bahwa di desa itu hanya terdapat kepala sekolah saja yang pns, sedangkan yang lain masih tenaga honorer.
Menyikapi tentang minat para lulusan SMA banyak yang memlilih profesi sebagai tenaga pendidik, khsususnya pada pendidikan guru SD, tentu hal ini dilatar belakangi faktor-faktor tertentu, diantaranya ; pertama tingginya tingkat kesejahteraan guru saat ini sehinggo mendorong lususan SMA untuk memilih profesi ini. Kedua, guru dianggap paling banyak peluang menjadi pns, sehingga dibenak mereka kelak kalau lulus pendidikan guru cepat mendapat pekerjaan dan tidak perlu nganggur cukup lama dan itupun bisa honor dulu. Ketiga, tersedianya sekolah-sekolah yang dapat menampung mereka setelah lulus, walupun itu masih status honor, yang jelas mereka bisa mengabikan ilmunya di sekolah tersebut. Keempat, profesi guru merasa terhormat dan diharga dilingkungan masyarakat. Kelima pendidikan guru merupakan pendidikan yang mulia karena bisa terapkan dalam mendidik keluarga dan diluar lingkungan keluarga. Keenam, perhatian pemerintah tentang nasib guru dengan adanya Sertifikasi guru, sehingga kesejahteraan masa pensiun mereka akan lebih terjamin.
Dengan dasar tersebut diatas, mungkin salah satu faktor yang membuat para lulusan SMA sehingga memilih pendidikan guru SD sebagai pilihan profesinya. Hal ini dapat dibuktikan dalam seleksi nasional SNMPT di Unila tahun 2009, dimana pendidikan guru SD menempati urutan pertama yang paling diminati dengan jumlah pelamar 1.923 orang dari kuota kursi yang diterima 30 mahasiswa. Hal ini membuktikan persaingan perebutan kursi di perguruan tinggi Unila cukup ketat mencapai 1,56 persen, artinya dari 100 orang yang mendaptar hanya satu orang yang diteirma, demikian yang dikatakan oleh Ketua panitia SNMPTN Wilaya I, ”Hasriadi Mat Akin” .
Sebagi informasi bahwa tahun ini jumlah mahasiswa yang memilih Perguruan Tinggi Negeri Unila sebanyak 32.354 orang, sedangkan alokasi total mahasiswa yang diterima berjumlah 1.966 orang.
——————————————-
Ditulis oleh Darmawan
Staf jurusan Ilmu Pendidikan KFIP Unila.

Saudaraku Jadi melihat paparan diatas bruntunglah kita yang Allah takdirkan bisa lulus di PGSD FKIP UNTAN ini, dan sebgai tanda syukur kita marilah kita isi kegiatan hari2 kita dengan kegiatan yang bermanfaat dan membantu memperjuangkan agama ALLAH yang haq ini,semoga kita termasuk hamba yang pandai bersyukur Amin ( Ketua Formasi)